Tebakskor889.com – Mohamed Salah akhirnya mengambil keputusan besar yang langsung mengguncang dunia sepak bola: ia akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025-2026. Kabar ini bukan sekadar berita transfer biasa, melainkan penutup dari salah satu kisah paling gemilang dalam sejarah modern The Reds. Liverpool dan Salah sama-sama menandai momen ini sebagai akhir dari perjalanan sembilan tahun yang luar biasa, sebuah periode yang penuhi gol, trofi, rekor, dan ikatan emosional yang sangat kuat dengan para suporter.
Keputusan ini terasa besar karena Salah bukan hanya pemain penting, tetapi simbol dari era kejayaan Liverpool dalam hampir satu dekade terakhir. Sejak datang dari AS Roma pada 2017, ia berkembang menjadi mesin gol, ikon global, dan salah satu wajah paling terkenal dari Premier League. Reuters melaporkan bahwa Salah telah mencetak 255 gol dalam 435 penampilan untuk Liverpool, menjadikannya pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah klub. Ia juga membantu Liverpool meraih dua gelar Liga Inggris, trofi Liga Champions, dan sejumlah gelar besar lain yang mengukuhkan statusnya sebagai legenda Anfield.

Bukan Perpisahan Biasa
Setiap klub besar pasti pernah ditinggal pemain hebat, tetapi tidak semua perpisahan meninggalkan rasa sebesar ini. Salah datang ke Liverpool sebagai pemain bagus, lalu tumbuh menjadi sosok luar biasa. Ia bukan hanya rajin mencetak gol, tetapi juga mengubah aura tim.
Karena itulah, keputusan untuk pergi menghadirkan nuansa campur aduk. Di satu sisi, ada rasa sedih karena seorang legenda akan menutup babnya di Merseyside. Di sisi lain, ada rasa syukur karena fans Liverpool sempat menyaksikan langsung masa-masa emas salah satu pemain terbaik yang pernah mereka miliki. Bahkan dalam pesan perpisahannya, Salah menyebut Liverpool sebagai rumah dan menegaskan ikatan emosionalnya dengan kota, klub, dan pendukungnya. Pernyataan itu memperjelas bahwa kepergian ini bukan diwarnai kebencian, melainkan lebih seperti penutupan satu kisah besar yang telah sampai di ujung jalannya.
Statistik yang Sulit Ditandingi
Kalau membahas Salah, sulit untuk tidak terpaku pada angka-angka yang ia tinggalkan. Dua ratus lima puluh lima gol untuk Liverpool adalah pencapaian yang tidak bisa dianggap biasa. Itu bukan jumlah yang lahir dari satu atau dua musim panas, tetapi dari konsistensi elite selama bertahun-tahun. Ia bukan tipe penyerang yang bersinar sesaat lalu meredup. Salah terus hadir, terus berkontribusi, dan terus menjaga levelnya di tengah kerasnya persaingan Premier League dan Liga Champions.
Yang membuat pencapaiannya terasa lebih istimewa, Salah tidak hanya hebat dalam satu aspek. Ia bisa mencetak gol, memberi assist, membuka ruang, dan menakutkan lawan bahkan sebelum pertandingan mulai. Reuters juga mencatat bahwa pada musim 2024-2025 ia tampil luar biasa dengan 29 gol dan 18 assist, sekaligus meraih penghargaan Player of the Season, Golden Boot, dan Playmaker Award. Itu menunjukkan bahwa bahkan menjelang fase akhir perjalanannya di Liverpool, kualitas Salah masih berada di level yang sangat tinggi.
Musim Terakhir yang Tidak Selalu Mudah
Namun perpisahan ini juga datang setelah musim yang tidak sepenuhnya mulus. Dalam laporan Reuters, musim 2025-2026 gambarkan tidak semulus musim-musim terbaik Salah sebelumnya. Ia sempat mengalami penurunan performa, beberapa kali cadangkan dalam laga penting, dan sempat terlibat ketegangan terbuka dengan pelatih Arne Slot. Semua itu membuat spekulasi soal masa depannya semakin liar sejak beberapa bulan lalu.
Beberapa hari sebelum pengumuman kepergian itu, Reuters juga melaporkan bahwa Salah mengalami cedera otot yang membuatnya absen dari laga Liverpool melawan Brighton serta pertandingan tim nasional Mesir melawan Spanyol. Meski demikian, laporan yang sama juga menyebut ia sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan performa dengan kontribusi empat gol dan empat assist dalam sembilan laga terakhirnya. Artinya, kepergian Salah bukanlah cerita tentang pemain yang benar-benar habis, melainkan tentang sosok besar yang masih mampu memberi pengaruh, tetapi tampaknya sudah merasa waktunya untuk melangkah ke bab berikutnya.
Berita Terkait : Vinicius Junior Bangkit, Perez dan Arbeloa Jadi Kunci
Mengapa Keputusan Ini Sangat Mengguncang?
Keputusan Salah meninggalkan Liverpool terasa mengguncang karena ia selama ini tampak seperti sosok yang sudah menyatu dengan identitas klub. Banyak pemain besar datang dan pergi, tetapi hanya sedikit yang benar-benar menjadi wajah dari sebuah generasi. Salah adalah salah satunya. Dalam era modern Liverpool, namanya hampir selalu hadir dalam setiap memori besar: malam-malam Eropa yang bersejarah, perburuan gelar yang menegangkan, hingga momen-momen ketika Anfield terasa hidup karena satu sentuhan kaki kirinya.
Bagi para suporter, kehilangan Salah berarti kehilangan jaminan kualitas, tetapi juga kehilangan rasa akrab terhadap figur yang selama ini menjadi titik pegangan. Dalam sepak bola, ada pemain yang sekadar bagus, dan ada pemain yang membuat penonton merasa tenang hanya karena namanya ada di susunan starter. Salah selama bertahun-tahun masuk kategori kedua itu. Ia memberi keyakinan bahwa Liverpool selalu punya peluang, bahkan di momen-momen ketika pertandingan berjalan sulit. Itu sebabnya, perpisahan ini terasa emosional, bukan hanya penting secara teknis.
Liverpool Kini Menghadapi Tantangan Besar
Dengan kepergian Salah, Liverpool kini harus menghadapi tantangan regenerasi yang sangat serius. Mengganti pemain hebat itu sulit, tetapi mengganti ikon jauh lebih sulit lagi. Klub bukan hanya harus mencari pengganti dalam hal kontribusi gol, melainkan juga dalam hal aura, pengaruh, dan kapasitas untuk menentukan pertandingan besar. Tidak mudah menemukan pemain yang bisa langsung mewarisi beban sebesar itu.
Prediksi Terbaru
- 5 Pelajaran dari Kemenangan Dramatis Liverpool atas Everton di Derby Merseyside
- 6 Pelajaran dari Kemenangan Manchester City atas Arsenal
- Chelsea Dikejar Waktu, Liam Rosenior Akui Laga vs MU Jadi Penentuan
- Liverpool Hancur, Arne Slot Bicara Jual Pemain, Van der Vaart: Konyol
- 3 Poin Penting Penentuan di Allianz Arena!
- Hasil Atletico vs Barcelona: Gol Cepat dan Kartu Merah
- Joao Neves: Kunci PSG Pertahankan Gelar Liga Champions
- Manchester United vs Leeds: Mengapa Lisandro Martinez Mendapat Kartu Merah?
- Arsenal vs Bournemouth: Apa Kabar Bukayo Saka, Eze, dan Mikel Merino?
- Gerakan Ikonik Virgil van Dijk Muncul Lagi
Arsip
- April 2026
- Maret 2026
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Oktober 2024
- September 2024
- Agustus 2024
- Juli 2024
- Juni 2024
- Mei 2024
- April 2024
- Maret 2024
- Februari 2024
- Januari 2024
- Desember 2023
- November 2023
- Oktober 2023
- September 2023
- Agustus 2023
- Juli 2023
- Juni 2023
- Mei 2023
- April 2023
- Maret 2023
- Februari 2023
- Januari 2023
- Desember 2022



