Peta Kekuatan ASEAN Akhir Tahun 2025: Thailand Raja, Malaysia Merana
tebakskor889 – Halo Sobat Garuda! FIFA baru saja merilis update ranking terbaru edisi Desember 2025. Buat kita yang hobi memantau sepak bola Asia Tenggara, update kali ini benar-benar penuh drama. Ada yang masih tenang di puncak, ada yang sedang sedih di pojokan, dan ada juga yang masih stuck di situ-situ saja.
Secara garis besar, peta kekuatan ASEAN sedang agak goyang. Meskipun Thailand masih belum tergoyahkan sebagai “Raja ASEAN”, namun di papan tengah persaingannya makin sengit. Terutama drama antara Malaysia dan Indonesia yang bikin deg-degan.
Langsung saja kita bedah satu per satu, yuk!
1. Thailand Masih “Dingin” di Pucuk
Gajah Perang memang tidak ada obatnya, Gengs. Faktanya, Thailand masih menjadi satu-satunya wakil ASEAN yang berhasil bertahan di jajaran 100 besar dunia alias Top 100. Peringkat mereka sekarang ada di posisi 96 dengan 1243,27 poin.
Walaupun begitu, posisi mereka sebenarnya turun satu tingkat dibanding bulan lalu. Gara-garanya simpel, Palestina sedang gacor banget di Piala Arab 2025. Akibatnya, poin Palestina melonjak dan menyalip Thailand. Tapi tenang saja, status Thailand sebagai penguasa ASEAN masih aman sentosa.
2. Vietnam Konsisten Mengintip
Di bawah Thailand, ada Vietnam yang setia membuntuti. The Golden Star Warriors duduk manis di posisi 107 dengan 1189,51 poin. Bisa dibilang, mereka memang stabil banget, tidak banyak drama, dan konsisten jadi kekuatan kedua terbaik di kawasan kita.
3. Drama Malaysia: Harimau Malaya Lagi “Sakit”
Nah, ini sorotan utamanya. Kabar buruk datang dari tetangga kita, Malaysia. Harimau Malaya sedang “kena mental” parah di ranking kali ini. Tercatat, mereka mengalami penurunan paling sadis se-ASEAN, minus 22,52 poin!
Dampaknya, mereka terjun bebas turun lima peringkat ke posisi 121. Kenapa bisa hancur begitu? Ternyata, ada masalah internal, Bro. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sedang kena polemik, ditambah ada sanksi dari FIFA yang membuat beberapa hasil pertandingan FIFA Matchday mereka dibatalkan. Apes banget, kan?
4. Timnas Indonesia: Gagal Manfaatkan Momen
Melihat Malaysia yang sedang oleng, harusnya ini jadi kesempatan emas buat Timnas Indonesia buat menyalip. Tapi sayang seribu sayang, Skuad Garuda gagal memanfaatkan momentum ini.
Kita masih tertahan di posisi 122 dengan 1144,73 poin. Artinya, kita cuma beda satu tingkat (dan beda 1 poin doang!) di bawah Malaysia. Poin kita tidak bertambah banyak gara-gara hasil kurang oke lawan tim raksasa, Irak dan Arab Saudi. Ya wajar sih, lawannya level Piala Dunia, Bos!
Analisis Tambahan: Kenapa Timnas Masih Susah Tembus 100 Besar?
Biar wawasan bola kalian makin luas, nih saya tambahkan analisis data dan fakta kenapa situasi ranking FIFA bulan Desember 2025 ini bisa terjadi. Berikut rangkumannya dari berbagai situasi sepak bola terkini:
A. Faktor Lawan “Grade A” Timnas Indonesia
Kenapa Indonesia poinnya stuck? Jawabannya ada di kalender pertandingan. Di bulan-bulan terakhir 2025, Timnas Indonesia nekat mengambil risiko lawan tim-tim kuat seperti Irak dan Arab Saudi. Kekalahan dari tim ranking atas memang bikin pengurangan poin tidak terlalu besar, tapi efeknya kita jadi tidak dapat tambahan poin signifikan. Beda cerita kalau kita lawan tim selevel kayak Myanmar atau Kamboja, pasti menang dan poin bertambah. Tapi, mentalitas Skuad Garuda sekarang memang beda, lebih pilih lawan susah buat menaikkan level permainan.
B. Krisis di Tubuh FAM (Malaysia)
Jatuhnya Malaysia ke posisi 121 bukan cuma soal performa di lapangan. Isu sanksi FIFA itu hal serius. Biasanya, pembatalan hasil pertandingan FIFA A terjadi kalau ada pelanggaran administrasi atau intervensi pihak ketiga. Hal ini membuat poin yang sudah capek-capek didapat dari FIFA Matchday sebelumnya jadi hangus. Selain itu, mental pemain Malaysia jadi down karena ketidakjelasan manajemen. Ini jadi alarm bahaya buat mereka jelang Piala AFF (ASEAN Cup).
C. Gap Poin yang Tipis Banget!
Coba perhatikan poin Malaysia (1145,89) dan Indonesia (1144,73). Bedanya cuma 1,16 poin, Bro! Itu tipis banget, setipis kulit bawang. Artinya apa? Satu kali hasil imbang saja di pertandingan berikutnya, Indonesia sudah pasti menyalip Malaysia. Rivalitas Nusantara Derby bakal makin panas di tahun 2026 nanti. Posisi 121 dan 122 ini menunjukkan kalau secara kualitas, Indonesia dan Malaysia sekarang ada di level yang setara.
D. Thailand vs Palestina
Kenapa Palestina bisa menyalip Thailand? Sepak bola Timur Tengah memang lagi naik daun. Palestina tampil spartan di Piala Arab 2025, ajang yang bobot poinnya lumayan gede. Sementara Thailand, mungkin kurang banyak agenda kompetitif di bulan Desember selain persiapan lokal. Ini jadi bukti kalau mau naik ranking, tim ASEAN harus berani main di turnamen luar kawasan atau sering-sering uji coba lawan tim Timur Tengah.
E. Filipina dan Singapura Makin Tertinggal
Kalau kita lihat ke bawah, The Azkals (Filipina) dan The Lions (Singapura) makin jauh tertinggal. Filipina di posisi 136 dan Singapura di 148. Ini menunjukkan kalau gap kualitas di ASEAN makin lebar. Dulu Singapura dan Filipina adalah pesaing berat berebut semifinal AFF, sekarang mereka kesulitan mengejar level “Big 4” ASEAN. Regenerasi pemain di dua negara ini kelihatan macet dibanding Indonesia yang lagi panen pemain muda berbakat.
Kesimpulannya, Desember 2025 ini jadi penutup tahun yang “agak nyesek” buat Indonesia karena gagal menyalip Malaysia di tikungan terakhir. Tapi secara tren permainan, kita patut bangga karena berani menantang tim-tim level dunia. Tahun 2026 bakal jadi momen pembuktian, apakah Garuda bisa terbang lebih tinggi meninggalkan Harimau Malaya yang lagi pincang? Kita tunggu saja aksinya!
Daftar Lengkap Ranking FIFA ASEAN (Desember 2025):
-
Thailand (96) – 1243.27 poin
-
Vietnam (107) – 1189.51 poin
-
Malaysia (121) – 1145.89 poin
-
Indonesia (122) – 1144.73 poin
-
Filipina (136) – 1090.95 poin
-
Singapura (148) – 1050.35 poin
-
Myanmar (163) – 990.81 poin
-
Kamboja (179) – 911.54 poin
-
Brunei Darussalam (188) – 875.78 poin
-
Timor Leste (198) – 835.55 poin



